Cerita Pendek Yang Pendek: "Ciri-Ciri Fi'il Mudhari'"



Setiap pukul delapan hingga sembilan malam, setiap hari—kecuali malam Jumat, karena libur mengaji dan diisi dengan acara selawat barzanji—agenda di pondok adalah mengaji diniah. Ada beberapa kitab yang dipelajari, salah satunya Nahwu, yakni ilmu tentang pokok-pokok yang diambil dari qoidah-qoidah arab untuk mengetahui keadaan akhirnya kalimat dari segi i'rob dan mabni. Ilmu yang oleh para ulama dijuluki sebagai abul ulum atau ayahnya ilmu. Itulah kitab yang dipelajari malam ini.

Sebelum masuk ke materi pelajaran baru, seperti biasa, ustaz memberi soal kepada kami terlebih dahulu, satu per satu. Mengulas pelajaran yang telah berlalu.

"Mufid, apa yang disebut dengan fi'il mudhari'?" tanya ustaz, ketika giliran pertanyaan jatuh kepada saya.

"Kata kerja bentuk sedang atau akan," jawab saya.

"Ciri-cirinya?" Ustaz melanjutkan pertanyaan. Belum sempat menjawab, teman satu kelas saya, Arif, menyerobot,

"Rambut panjang, kulit sawo matang, …,"

Bedebah, tawa saya meledak!

0 komentar:

Posting Komentar