Cerita Pendek Yang Pendek: "Bernapas Menggunakan Trakea"



Saya tipikal orang yang tidak enakan. Saat ada seorang teman merokok di depan saya, alih-alih menyuruhnya pindah tempat agar asapnya tidak terhirup oleh saya yang bukan perokok, saya lebih memilih untuk tetap santai mengobrol dengannya sembari berusaha keras bernapas menggunakan mulut.

Pada kesempatan lain, teman saya di pondok kentut, dan menguarkan bau tak sedap serupa tikus yang telah mati seminggu. Karena tidak ingin menyakiti hatinya akibat menutup hidung, saya mencoba menggunakan cara yang sama: bernapas menggunakan mulut sambil tetap santai mengobrol dengannya. Menganggap semuanya baik-baik saja. Saya kira, ini akan berlangsung sebentar. Rupanya tidak, karena pantatnya kembali berdentum dan lagi-lagi baunya menyebar ke seluruh penjuru ruangan. Saya sudah berusaha untuk melanjutkan bernapas menggunakan mulut, namun lama-lama saya khawatir kalau sampai terserang radang tenggorokan atau faringitis akibat mengizinkan bau kentut menyesaki rongga mulut.

Seandainya manusia bisa bernapas menggunakan trakea sebagaimana kupu-kupu, lebah dan semut, tentu ingin sekali saya mencobanya...

0 komentar:

Posting Komentar