Cerita Pendek Yang Pendek: "Mie Ayam Tanpa Ayam."



"Pak, beli mie ayam, tapi enggak pakai ayam," kata saya kepada si penjual.

"Hah, gimana? Gimana?" tanyanya dengan raut wajah setengah bingung.

"Iya, saya pesan mie ayam, tapi enggak pakai ayam. Lagi sakit gatal-gatal soalnya. Sama dokter, enggak boleh makan daging, termasuk daging ayam. Jadi, ayamnya ganti bakso saja."

"Oh ya, siap."

Tak lama kemudian, seluruh pesanan dihidangkan. Di depan saya sudah tersaji minuman jeruk hangat, dan mie dengan dua butir bakso.

Sebagaimana penikmat bakso kebanyakan, saya melahap habis mie, dan memilih menikmati butir-butir bakso itu pada detik-detik akhir penghabisan.

"Hmm... enak sekali baksonya," kata saya agak keras, sambil mengunyah bakso dengan penuh kelezatan. Tak lama kemudian saya tersadar akan sesuatu, dan langsung menanyakan kepada penjualnya:

"Eh, Pak, ini ada daging ya, di dalam baksonya?"

"Iya Mas," jawabnya polos.

Ha jangkrik, ming podo wae nek ngene iki carane, batin saya, sembari mencemaskan kemungkinan datangnya kembali gatal-gatal yang padahal, ini saat-saat saya merasa tengah menjelang sembuh.


(Ha jangkrik, ming podo wae nek ngene iki carane = Jangkrik, sama saja kalau begini caranya)

0 komentar:

Posting Komentar