Kemampuan Zahro Menahan Kantuk


Ia namanya Zahro. Keponakanku. Kami sekeluarga mengadakan perjalanan dari Magelang menuju Ngawi, dan berangkat pukul 12 malam.

Semalam, sebelum berangkat, Zahro memutuskan untuk tidak tidur. "Takut ditinggal," katanya. Sebaliknya, kami yang lebih tua, memilih untuk tidur.

Menjelang berangkat, Zahro pamer kepada kami semua yang baru bangun dengan mata kriyip-kriyip:

"Aku tadi enggak tidur loh. Kuat kan?"

Zahro mengulang pernyataan tersebut berkali-kali. Karena ia butuh pengakuan atas kesanggupannya menahan kantuk, kami pun menjawab 'iya-iya' saja. Tentu disertai dengan beragam sanjungan.

Ketika naik ke mobil, yang terjadi sebaliknya. Kami yang tua-tua nyaris tak tidur selama perjalanan. Sementara Zahro, hanya masih bisa diajak bicara pada 5 menit awal. Setelah itu, tak terdengar lagi suaranya. Hanya terdengar kembali suaranya sekitar 3 jam kemudian. Itu pun bukan suara yang datang dari kesadarannya, alias suara ia mengigau yang aku sendiri tak begitu tahu ia berceloteh apa.

Setibanya di Ngawi, tepat saat rem mobil diinjak, Zahro terbangun. Ia menyapu pandangan ke sekeliling dengan menawarkan muka yang langsung disetel sumringah, lalu berkata:

"Aku enggak tidur loh selama perjalanan tadi."

Kami yang menjadi saksi ia ngelindur tadi, memasang muka ikhlas dikibuli, dan hanya menjawab 'iya-iya' saja sembari ketawa-ketawa.





Postingan ini ditulis pada tanggal 12 Juli 2016 di facebook. Cerita Zahro yang lainnya juga bisa dibaca di sini.

2 komentar: