Cerita Pendek Yang Pendek: "Tuhan Maha Adil"


Adanya yang kaya, adalah untuk menambal yang miskin. Adanya yang pintar, adalah untuk menambal yang bodoh. Dan seterusnya.

Aku punya seorang teman laki-laki, yang kalau dihitung menggunakan standar ganteng laki-laki, maka ia jelas sekali berkelimpahan ketampanannya.

Suatu hari, ia menikah. Aku tak datang karena dua alasan. Alasan pertama: kebetulan saat itu aku sedang menghadiri sebuah acara seminar yang tanggal dan waktunya bersamaan. Alasan kedua: aku tak diundang.

Aku belum pernah melihat istrinya dalam dua bentuk: dengan make up, maupun tanpa make up. Hingga pada suatu hari, Tuhan mengizinkan kami bertemu. Saat itu, mereka berdua sedang berbelanja di supermarket. Aku di sana juga sedang dalam rangka mengantarkan ibu berbelanja.

"Kenalkan, ini istriku," kata temanku.

Tak mau kalah, aku pun menjawab:

"Kenalkan, ini ibuku."

Sungguh, itu adalah kali pertama aku melihat wajah istrinya. Aku tidak banyak berkata-kata, tetapi hanya membatin saja:

"Tuhan Maha Adil."





sumber foto: blogs.blueletterbible.org

2 komentar: