Tentang Buku ‘Pharmacophobia’




Hai...

Wah lama nggak update blog. Maap ya, kemarin-kemarin lagi sibuk dagang cireng ke Uganda. Pulang-pulang langsung jadi buku. Bukan. Buku ini bukan membahas tentang dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap harga cireng eceran. Melainkan, batangan.

Jadi penyebab kenapa nggak ngeblog, karena lagi fokus nulis buku. Tepatnya, novel komedi. Sebelum ke penjelasan, perlu digarisbawahi dulu kalau buku ini bukan personal literature kayak buku-bukunya Raditya Dika, Shitlicious, Benakribo dan semacamnya. Tapi, sekali lagi, novel komedi. Jadi, didalamnya terdapat karakter, konflik, serta komponen-komponen novel lainnya.

Buku ini membahas tentang seseorang yang pengen sembuh dari sakit gigi, tapi dia takut minum obat. Itu cerita utamanya. Jadi buat yang udah pernah atau berencana pengen sakit gigi, buku ini cocok buat kamu.

Meski bukan personal literature, tapi nama karakter utamanya pake nama sendiri. Sengaja, biar ada tantangan:

“Bisa nggak, bikin karakter pake nama sendiri, tapi sifat-sifat yang ditanamkan dalam karakter novel bukan sifat sendiri. Tapi, sifat yang sesuai dengan kebutuhan cerita?”

Hasilnya? Buku ini. Semoga memuaskan.

Ada 3 karakter utama dalam buku ini: Mufid, Joni dan Herman.

Lebih jelasnya, mungkin bisa baca blurb pada sampul belakang di bawah ini:


Novel komedi ini terdiri dari 14 BAB dan 217 halaman. Lalu di setiap akhir BAB, terdapat ilustrasi semacam komik, yang (diharapkan) lucu. Ini salah satu contohnya:



Testimoni

Raditya Dika – Penulis, Aktor, Sutradara, Comedian




Agus Magelangan – Blogger, Penulis Buku ‘Jomblo Tapi Hafal Pancasila’

"Cerita yang sangat menarik dan selalu membuat saya ingin membaca sampai akhir. sebuah kisah tentang persahabatan dan asmara yang terbalut dalam nuansa humor, kisahnya sangat anti pakem karena seluruh konflik bermula dari gigi. Bintang lima!"


Sigit Haryo Seno – Finalis SUCI 2 Kompas TV

"Cerita yang ditulis teman saya mufid ini sebenarnya ide dasarnya sangat sederhana: sakit gigi! Tapi kok mbulet jadi kisah cinta yang silang sengkarut seperti opera sabun. Meski ada resiko bikin pusing karena mbuletnya itu, tapi asyiknya cerita yang ditulis Mufid ini tetap menyenangkan dibaca karena lucu dan bikin penasaran. Mufid pandai menyimpan kejutan-kejutan buat pembacanya di bagian-bagian akhir. Sehingga mau tidak mau pembaca digiring terus-terusan untuk membaca. Mungkin itu pengaruh karena Mufid ini stand up comedian ya, yang biasa mempersiapkan kejutan untuk memancing tawa. Selamat buat Mufid untuk buku pertamanya, semoga kisah cintanya di kehidupan nyata tidak seruwet kisah yang ditulisnya ini. Lurus-lurus ajalah, seperti kehidupan Mufid yang sangat syari."


Bagi yang mau beli, bisa langsung klik disini.


Terima kasih sudah baca review ini. Terima kasih juga untuk yang beli Novel Komedi Pharmacophobia saya. Semoga menghibur dan mendapatkan manfaat. Aamiin. :)

Selamat membaca. ^_^

12 komentar:

  1. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    BalasHapus
  2. mantap abiiiis! kece bro testimoninya.
    btw, ajarin standup bisa kaliii :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... gabung ke komunitas terdekat aja. Pasti disana banyak comic-comic keren. Saya juga masih belajar. Hehehe...

      Hapus
  3. Whuzzztt... tidak terlalu kaget sebetulnya membaca tulisan diatas, Mas mufid punya potensi untuk itu. Semoga isinya masih stabil untuk tetap membuat pembacanya tercengang. Termasuk aku :))) faigggkkk bro

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... thanks, Koh Galih. Ayo kamu bikin buku juga. Hahaha...

      Hapus
  4. baru baca sekilas aja aku udah ketawa ngekeh, ahahaha lucuu

    BalasHapus