Nonton Sunrise #PertamaKali di Punthuk Setumbu


Tepat Hari Minggu tanggal 21 September 2014 kemarin aku dan temen-temen Stand Up Magelang maen-maen ke Punthuk Setumbu, Magelang. Semacam obyek wisata berupa pegunungan yang kayaknya nggak punya fungsi lain selain cuman buat nonton sunrise doang. Serius!

Lah, gimana enggak, pagi buta dimana orang-orang masih terlelap membebat badan dengan selimut, eh malah ada sekelompok anak manusia yang secara tega berbondong-bondong dateng ke Punthuk Setumbu hanya untuk nonton sunrise.

Aku dan temen-temen Stand Up Magelang nyampe lokasi sekitar jam 03.30 pagi. Kami bisa tiba barengan karena sebelomnya udah nginep dulu di rumah Pak Ketua Komunitas. Mas Wendra.

Diantara pengunjung yang hadir, ada yang nyampenya sebelom kami. Ada juga yang setelah kami. Bahkan ada juga yang tak kunjung datang hingga kami pulang dari Punthuk Setumbu. Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang emang sama sekali nggak ada rencana buat berkunjung ke Punthuk Setumbu.

Waktu berjam-jam yang kami investasikan buat nungguin, cuman buat ngeliat sunrise yang kemunculannya beberapa menit saja. Tapi nggak apa-apa, yang penting aku sempet narsis.


Waduh, maap. Salah upload. :(

Kalo kamu nggak ngeliat makhluk apapun, berarti yang ada dalam foto adalah makhluk ghaib. Namun jika kamu melihat sesosok makhluk, nah, itu dia makhluk ghaibnya.

Oke, kita lanjut ke foto yang sesungguhnya.


Nah, jadi fotonya cuman berlaku sampai segitu doang. Karena setelah matahari menyinari dunia seperti biasa, pengunjung yang sejak tadi nunggu berjam-jam hanya demi nonton sunrise, kini pada turun gunung. Pulang. Beuh, bentar amat. Kayak orang boker aja deh. Singkat.

Karena nggak mau perjuangan kami buat naik ke Punthuk Setumbu berakhir sia-sia, kami pun foto narsis bareng-bareng terlebih dahulu.


Mas Agus sepertinya ngantuk. Entahlah, kenapa sorot matanya jadi gitu.


Setelah kami semedi bersama, dan merelakan Aberson (yang pake jaket biru diatas) untuk dijadikan tumbal, akhirnya kami pun menemukan jawaban kenapa mata Mas Agus begitu. Rupanya, hal yang Mas Agus butuhkan adalah:


Yap, tongsis!

Mas Agus butuh tongsis, Sis.

Buktinya, mata Mas Agus kini cerah kembali setelah diperbolehkan untuk megang tongsis. Dan kini lebih cerah lagi, setelah meminta kami buat pura-pura noleh ngadep depan. Sementara ia sendiri foto bersama sang pacar.


Begitulah Mas Agus, mukanya hanya bisa cerah setelah melakukan 3 hal:

1. Megang tongsis

2. Selfie sama pacar

3. Cuci muka menggunakan Rinso


Sunrise telah habis, dan foto bareng udah puas. Otomatis nggak ada lagi hal yang bisa kami nikmatin diatas. Pengen jajan, mahal. Pengen cuci muka, takut dingin. Yaudah deh, kami pun sepakat turun.


Sepulang dari Punthuk Setumbu, Gilang memamerkan software berupa camera 369 saat ia bawakan di kompetisi #KomikaTerakhir kemarin. Jadi software itu fungsinya bisa merubah wajah. Sebagai contoh, mari kita coba rubah foto dibawah:


Loading.....

Mari kita lihat hasilnya bersama-sama:






Sumber foto:  @amnuhu

2 komentar:

  1. Saya pun terkenang pertama kalinya datang ke Punthuk Setumbu jam 3 pagi berangkat dari Jogja. Pulangnya jam 7 pagi nyaris celaka di Jl. Magelang karena ngantuk berat. >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, pasti gara-gara malemnya begadang tuh Mas. Mending besok lagi cari penginapan di sekitar Punthuk Setumbu. Hehehe... jadinya pas berangkat nggak terburu-buru. :D

      Hapus