Cara Menebak Barang Dagangan, Dari Baju Penjualnya


Era modern yang penuh dengan hal-hal digital kayak sekarang ini bikin manusia bisa punya kerjaan yang aneh-aneh. Pekerjaan yang mungkin 5 hingga 10 tahun lalu belum ada, tampak remeh temeh, namun ternyata di tahun-tahun sekarang ini ada juga orang yang tiap hari pekerjaannya begitu. Kayak tukang jual-beli pin BB, tukang jual-beli follower, bahkan orang yang tiap hari pekerjaannya cuman ngeretweet doang juga ada!

Pekerjaan lain yang aneh, ada juga yang namanya pembeli misterius. Pekerjaannya cuman pura-pura belanja sambil ngecek kenyamanan dan  service  saat belanja. Apakah sudah sesuai SOP yang ditentukan perusahaan. Atau Jamie Fox, mahasiswa lulusan Bangor University yang dalam posisi pekerjaannya sebagai orang-orangan sawah dengan bayaran 400 dolar seminggu. Bahkan ada juga orang di perusahaan deodoran yang kerjaannya khusus nyiumin ketek yang habis diolesin deodoran. Tujuannya, buat ngecek kualitas produk mereka. Khawatir aja sih, kalo setelah nyium ketek, antara rambut hidung dan rambut ketek ketuker.

Tapi nggak apa-apa. Yang penting halal. Selain itu juga ada baiknya mengikuti saran Sayyidina Ali ibn Abu Thalib RA beberapa abad lalu, yang mengungkapkan begini:

"Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup abadi. Dan bekerjalah untuk akhiratmu, seakan kamu akan mati besok."

Lanjut. Keberagaman ini nggak cuma terbatas pada jenis pekerjaan, tapi juga pada produk ataupun barang dagangan. Orang seringkali kesusahan menerka-nerka barang dagangan yang dijual, gara-garanya si penjual random. Nggak ada keterkaitan antara nama produk dengan barang yang dijual. Sebagai contoh: bata. Bagi orang yang sama sekali belum tahu bata, pasti nebaknya ini semacam batu bata yang dijual di mal-mal. Dipajang secara elegan di etalase. Tapi ternyata enggak. Bata adalah merek sepatu. Nah, tuh, kan, random. Makannya disini aku pengen ngasih tahu trik buat nebak barang dagangan, dilihat dari baju penjualnya. Yuk!


Baju Batik


Dengan cara ngelihat foto diatas, kita udah bisa menyimpulkan kalo barang dagangan yang dijual adalah baju batik. Nggak mungkin lah penjual batik kok pas jualan nggak pake batik. Oke, mungkin ada. Tapi yang pasti tingkat kepercayaan customer  buat beli juga menurun. Karena nggak adanya contoh dari si penjualnya sendiri. Jadi alasan kenapa penjual itu harus menyesuaikan dengan barang dagangan maupun konsumen, ya biar dagangannya laku. So, bisa dipastikan produk dari orang yang foto diatas adalah batik.


Kaos


Kalau kamu nebak barang dagangan dari foto diatas ialah sayuran, mungkin ada benarnya. Potongannya sebelas dua belas lah, sama tukang sayur. Jadi tukang sayurnya yang sebelas, dan model foto diatas yang dua belas.

Tapi kalau kita bersedia mengadakan riset yang lebih mendalam lagi, bisa jadi produk yang dimiliki oleh orang yang foto diatas bukanlah sayuran. Tapi buah-buahan. Melainkan, kaos!

Coba kamu perhatikan Mas-Mas atau Mbak-Mbak penjaga distro, rata-rata dari mereka semuanya modis. Mulai dari potongan rambutnya hingga fashion yang mereka gunakan. Kenapa mereka harus modis? Ya karena itu adalah tuntutan pasar. Menyesuaikan. Nggak enak juga kan, kalau ngejual pakai seragam koki, padahal barang yang dijual adalah pernak-pernik band rock!

Jadi kesimpulannya, produk dari foto orang diatas: kaos distro.


Ini .......


Ada banyak misteri yang muncul dari seorang penjual tanpa busana. Bisa jadi yang ia jual bukan produk. Tapi jasa. Entah jasa raharja ataupun jasa suprana.

*jaya

Namun jika kita lihat secara seksama dari foto diatas, bisa jadi barang yang dijual ialah tas kresek. Mungkin penjualnya masih miskin. Jadi barang pertama yang bisa dijual baru tas kresek. Kemudian setelah usahanya mulai maju, uang hasil dagangannya dibelikan batik atau kaos distro kayak yang diatas. Atau jangan-jangan yang dijual bukan jasa maupun tas kresek. Karena kalau dilihat dari porsi badannya yang cungkring gitu, kayaknya lebih cocok kalau barang dagangannya ialah obat cacing.

Boleh juga sih, kalau nebaknya pegawai perusahaan deodoran yang kerjaannya nyobain deodoran. Ditilik dari bulu keteknya yang liar kemana-mana. Berontak. Mungkin kalau berontaknya semakin radikal, tapi si pencium ketek tak kunjung datang, bisa jadi akhirnya dicium sendiri. Subhanallah.

11 komentar:

  1. Hahahaha foto terakhir aduhh. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu fotonya waktu dalam kondisi cacingan Bang. Haha...

      Hapus
  2. Hahahaa foto terakhir bikin ketawa hahahah

    BalasHapus
  3. menurut saya foto yang terakhir itu menjual susu L-men :v *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga L-Men tidak merambah ke penjualan obat cacing.

      Hapus
  4. Anjir. Foto yang terakhir itu, bintang L-men gagal casting. Wkwk. Btw, kunjungin balik ya.

    BalasHapus